Rapat Koordinasi Pencapaian Target Luas Tambah Tanam (LTT) Padi Bulan Januari 2026
PONTIANAK – Kamis (22/1), dalam rangka mendukung swasembada pangan di Provinsi Kalimantan Barat, BBRMP Kalbar mengadakan Rapat Koordinasi Pencapaian Target Luas Tambah Tanam (LTT) Padi Bulan Januari 2026 pada kegiatan Optimasi Lahan (OPLAH), Non OPLAH, CSR, dan Padi Gogo yang diselenggarakan secara online melalui zoom meeting.
Rakor dihadiri oleh Sesditjen TP Kementan, BBPP Batu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Kalbar, Dinas Pertanian Kab/Kota di Kalbar, Ketua Kelompok Substansi Penyuluh Prov. Kalbar, Katimker Penyuluh, Koordinator BPP, dan Pencatat Data LTT Kab/Kota se-Kalbar.
Plt. Kepala BBRMP Kalbar Anjar Suprapto, S.T.P., M.P. menyampaikan bahwa LTT Kalbar masih berada di zona merah sehingga diperlukan koordinasi tingkat provinsi. Penyuluh memiliki peran kunci dalam pendampingan petani dan penyediaan data LTT yang menjadi dasar data produksi pangan. BBRMP saat ini menjalankan fungsi koordinasi, termasuk mengoordinasikan 1.123 penyuluh sebagai penghubung pusat dan daerah.
Kepala Dinas TPH Prov. Kalbar, Ir. Herti Herawati, M.M.A., menegaskan perlunya upaya khusus melalui optimalisasi CSR hingga 100% serta pemanfaatan bantuan pusat seperti benih OPLAH, padi gogo, pompanisasi, dan benih padi inbrida. Penyesuaian pola kerja penyuluh dan kemudahan akses data juga diharapkan untuk meningkatkan efisiensi dan kolaborasi.
Sementara itu, Sesditjen TP Kementan RI (Dr. Akhmad Musyafak, S.P., M.P.), mengarahkan peningkatan Indeks Pertanaman (IP) melalui keberhasilan tanam musim gadu dan kemarau, penyusunan CPCL dilakukan mulai awal tahun 2026 oleh korluh, koordinator BPP, diverifikasi hingga BBRMP dan dikawal sampai clear and clean oleh Eselon I, serta pengawalan bantuan hingga tepat sasaran. Antisipasi iklim dan OPT juga ditekankan. Dihimbau penyuluh untuk mempelajari pemanfaatan aplikasi SISCrop 2.0 untuk pemantauan tanam, panen, dan proyeksi produksi padi.
Rapat koordinasi ini diharapkan memperkuat sinergi seluruh pihak dan menghasilkan langkah konkret untuk swasembada pangan berkelanjutan.