BRMP Kalimantan Barat Salurkan Hibah Matching Grant Program ICARE
Sambas (24/12) — Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Barat menyerahkan hibah Matching Grant kepada korporasi petani dalam Program ICARE di Kabupaten Sambas. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pengembangan kawasan pertanian berkelanjutan berbasis korporasi petani, khususnya pada komoditas jeruk dan padi.
Turut hadir PJ Swasembada Pangan Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, Camat Tebas, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tebas, Penyuluh Pertanian, Kepala Desa 10 Lokasi dan 7 Koperasi Binaan ICARE Kalbar, Para Ketua dari 77 Kelompok Tani di 10 Desa Lokasi ICARE, Site Manager dan Fasilitator Lapangan program ICARE Kalimantan Barat.
Hingga saat ini, Program ICARE di Kabupaten Sambas telah membentuk 7 (tujuh) koperasi dengan berbagai unit usaha, meliputi perbenihan, budidaya, pengolahan pascapanen, pemasaran hasil pertanian, hingga penyediaan sarana produksi pertanian. Koperasi tersebut antara lain Segarau Bangun Tani, Tebas Gemilang Jaya, Sungai Kelambu Sejahtera, Tebas Mekar Bersatu, Sejiram Jaya Bersama, Agro Tani Milenial Tebas, dan Sinar Pangkalan Berkah.
Kepala Balai (Anjar Suprapto, S.TP., M.P.), melaporkan bahwa Kalimantan Barat terpilih 4 (empat) koperasi ICARE yang ditetapkan sebagai penerima hibah Matching Grant TA 2025 berupa barang sarana produksi pertanian dan alat dan mesin pertanian dengan total nilai untuk Provinsi Kalimantan Barat Rp. 3.708.705.000 dengan rincian:
1. Koperasi Tebas Gemilang Jaya (Rp. 994.480.000)
2. Koperasi Tebas Mekar Bersatu (Rp. 942.925.000)
3. Koperasi Sungai Kelambu Sejahtera (Rp. 965.000.000)
4. Koperasi Segarau Bangun Tani (Rp. 806.300.000)
Hibah tersebut disalurkan dalam bentuk sarana produksi pertanian dan alsintan. Koperasi lain diharapkan tetap mempersiapkan diri karena pengajuan Matching Grant akan kembali dibuka pada awal tahun 2026.
Sementara itu, Kepala Dinas TPH Prov Kalbar dalam hal ini diwakili oleh Kabid PSP (Masudi, S.P., M.P.), menyampaikan bahwa Program ICARE dirancang untuk jangka waktu lima tahun hingga 2027, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan petani melalui penguatan kelembagaan dan usaha koperasi. Hibah yang diberikan diharapkan dapat dikelola secara produktif, dengan keuntungan usaha dimanfaatkan sebagai modal pengembangan koperasi di masa mendatang.
Dalam sambutannya, Sekretaris Ditjen TP Kementan RI selaku PJ Swasembada Pangan Kalbar (Dr. A. Musyafak, S.P., M.P.), menegaskan bahwa Program ICARE berfokus pada empat pilar utama, yakni penguatan rantai nilai pertanian, pengembangan usaha tani, penerapan digitalisasi dan modernisasi pertanian serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Program ini dilaksanakan di 9 Provinsi di Indonesia, termasuk Kalimantan Barat dengan Kabupaten Sambas sebagai salah lokasi utama.
Kepala Distan KP Sambas (Apriadi, S.P., M.P.) dalam arahannya, berharap bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan secara optimal dan dikelola secara bertanggung jawab, termasuk melalui perawatan alsintan secara rutin agar memberikan manfaat jangka panjang bagi petani.
Melalui penyerahan hibah Matching Grant ini, diharapkan koperasi petani di Kabupaten Sambas semakin kuat dan mandiri dalam mendorong peningkatan produktivitas serta kesejahteraan petani secara berkelanjutan.