Perkuat Penangkar Benih, BRMP Kalbar bersama UPTPSB Kalbar Dampingi Petani di Kabupaten Sambas
Dalam rangka memperkuat penangkar benih di Kalimantan Barat, BRMP Kalimantan Barat bersinergi dengan UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih (PSB) melaksanakan pendampingan pascapanen dan sertifikasi benih melalui kegiatan percontohan budidaya padi terstandar di Kabupaten Sambas. Kegiatan ini bertempat di Sekretariat Koperasi Sungai Kelambu Sejahtera, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Koperasi Sungai Kelambu Sejahtera (Ibu Uray Muriana) beserta para anggota, Petugas Pengawas Benih UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih Provinsi Kalbar (Abu Bakar, S.P. dan Tm), PPL Desa Sungai Kelambu, serta Fasilitator Lapangan ICARE.
Kegiatan dibuka oleh PJ Kegiatan (Trisna Yasi Agung Wibowo, SST.), beliau mengajak petani untuk bersama-sama belajar menerapkan budidaya padi secara modern, sebagai contoh dengan penggunaan alat-alat dan mesin pertanian dan teknologi modern mulai dari pengolahan lahan dengan traktor, persemaian menggunakan dapok, penanaman mengunakan transplanter. Ia berharap teknologi ini selain bisa menekan biaya produksi juga dapat meningkatkan produktivitas sehingga nantinya dapat diadopsi petani secara berkelanjutan. Sementara itu, Pengawas Benih Tanaman UPTPSB Prov. Kalbar (Abu Bakar, S.P.) menjelaskan teknis budidaya hingga sertifikasi benih, menekankan pentingnya rouging atau pemilihan tanaman agar benih tidak tercampur varietas lain dan kualitas tetap terjaga.
Selain itu, Penyuluh Pertanian BRMP Kalbar (Muhammad Arifin Muflih, SST, MP.), menyampaikan pentingnya pengamatan fase kritis dalam kegiatan perbenihan padi, mulai dari fase vegetatif, pembungaan hingga keluarnya malai dengan melakukan rouging minimal tiga kali serta memperhatikan penanganan hama, penyakit, dan pentingnya kegiatan pasca panen mulai dari cara panen, penjemuran sampai dengan packing dan penyimpanan benih.
Diharapkan dengan terlaksananya kegiatan ini tidak hanya menghasilkan contoh hasil yang baik, tetapi juga menjadi contoh proses budidaya terstandar serta memperkuat kerja sama kelompok tani sebagai unit produksi dan wadah belajar bersama menuju pertanian yang maju, mandiri dan modern di Kalimantan Barat.