Rapat Koordinasi Percepatan LTT, Cetak Sawah, dan OPLAH Jelang Akhir Tahun 2025
Pontianak (17/11) – Mendukung Swasembada Pangan, Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Barat dan Tim Swasembada Pangan Kalimantan Barat secara konsisten mengawal Luas Tambah Tanam (LTT), Cetak Sawah Rakyat, dan Optimasi Lahan (OPLAH) di setiap kabupaten, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Percepatan Luas Tambah Tanam (LTT), Cetak Sawah Rakyat, dan Optimasi Lahan (Oplah) secara rutin, untuk memantau pelaksanaan program secara efektif dan efisien.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah, antara lain: Sesditjen Tanaman Pangan Kementan sebagai PJ Swasembada Pangan Kalbar, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, Perwakilan Pusat Penyuluhan Pertanian Kementan, Wakil Koordinator Satgas Swasembada Pangan Kalimantan Barat, Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu, Kepala BRMP Kalimantan Barat, Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak, Dandim Swasembada Pangan Kab/Kota se-Kalimantan Barat dan Pj. Swasembada Pangan Kab/Kota se-Kalbar. Rapat Koordinasi ini dilakukan secara daring dan luring, bertempat di Aula Kantor BRMP Kalimantan Barat.
Dalam sambutannya, Sesditjen Tanaman Pangan Kementan, (Dr. Akhmad Musyafak, S.P., M.P.,) memaparkan bahwa program Cetak Sawah, progres SID baru terealisasi sebesar 2.338 ha dari target awal sebesar 3.080 ha. Selain itu, proses kontrak konstruksi cetak sawah harus segera diselesaikan untuk mengejar target tuntas pada bulan Desember 2025. Tantangan serupa terlihat pada program Optimasi Lahan, yang mana realisasi fisiknya baru mencapai sekitar 52%, sehingga diperlukan percepatan signifikan mengingat keterbatasan waktu. Sementara itu, untuk kegiatan LTT, Kalimantan Barat berhasil mencapai realisasi 47% dari target bulan Oktober 52.539 ha dan menjadi yang tertinggi di Klaster 1. Kedepan, Kalimantan Barat juga diminta segera menyiapkan Calon Petani Calon Lahan (CPCL) untuk mendukung program Cetak Sawah 2026.
Diskusi dipandu langsung oleh Kabid TP Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat (Aswin Harbarisnandar, S.P) dalam hal ini dibahas terkait capaian LTT (Reguler, OPLAH, dan Gogo) per Tanggal 17 November 2025. Hasil terbaru capaian LTT berdasarkan zona wilayah adalah: Zona 1 sebesar 4.684,5 Ha (Pontianak, Kubu Raya dan Mempawah), Zona 2 sebesar 8.297,5 (Sambas, Bengkayang dan Singkawang), Zona 3 sebesar 18.256,5 Ha, (Landak, Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu, Sekadau, dan Melawi), Zona 4 Sebesar 3.247 Ha (Ketapang dan Kayong Utara). Sedangkan total hasil tanam sampai akhir bulan November untuk seluruh wilayah Kalimantan Barat yaitu 34.485,5 ha.
Mengakhiri kegiatan, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Kalbar (Ir. Florentinus Anum, M.Si.,) berpesan pentingnya sinergi semua pihak dalam rangka mencapai target swasembada pangan yang telah ditetapkan. Perlunya diskusi terbuka untuk menemukan solusi bersama agar program dapat tuntas pada bulan Desember. Dengan komitmen bulat dari seluruh stakeholder, keyakinan untuk menuntaskan target sisa tahun ini dan membangun pondasi kuat menuju Swasembada Pangan 2026 sangat tinggi, menegaskan optimisme bahwa Kalimantan Barat siap menjadi lumbung pangan nasional.