Sinergi Modernisasi Pertanian: Semarak Gebyar Tani Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya
KUBU RAYA - Kepala BRMP Kalimantan Barat (Anjar Suprapto, S.T.P., M.P.) menghadiri rangkaian kegiatan Gebyar Tani Desa Kuala Dua hari kedua yang dilaksanakan pada Selasa, 28 April 2026 di Halaman Pesantren Anwaruttafiq, Jalan Tanjung Bayur, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya. Acara yang berlangsung penuh semangat ini dihadiri langsung oleh Bupati Kubu Raya bersama PJ Swasembada Pangan Berkelanjutan Provinsi Kalbar serta jajaran Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar, Anggota DPRD Kabupaten Kubu Raya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kubu Raya, PT. Pupuk Indonesia Wilayah Kalbar hingga OPD tingkat kecamatan dan desa di Kabupaten Kubu Raya.
Kemeriahan diawali dengan Gerakan Tanam Padi Bersama, yang dilanjutkan dengan kunjungan ke Kios Pupuk milik Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) Koperasi Produsen Kelompok Usaha Tani Bersama serta penyerahan hadiah lomba Kelompencapir bagi petani setempat berupa kultivator, sprayer elektrik, dan keranjang panen. Dalam hal ini, BRMP Kalimantan Barat turut menyerahkan benih Inpari 32 HDB sebanyak 20 kg untuk petani.
Kegiatan dibuka langsung oleh Bupati Kubu Raya (H. Sujiwo, S.E., M.Sos.), beliau menyampaikan bahwa Gebyar Tani Desa Kuala Dua menjadi momentum penting, ajang membangun semangat kelompok tani agar terus semangat melakukan aktivitas pertanian
"Atas nama negara kami harus hadir ditengah-tengah para petani, bagaimana kita mau menggenjot hasil pertanian dan memaksimalkan kelompok tani untuk menunjang dan mendukung program pertanian kita," tambahnya.
Dalam sambutannya, PJ Swasembada Pangan Berkelanjutan Provinsi Kalbar (Dr. Asmarhansyah, S.P., M.Sc.), mengapresiasi forum ini sebagai ajang komunikasi yang sangat baik bagi petani untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian. Beliau menekankan bahwa setelah tercapainya swasembada pangan oleh Menteri Pertanian pada 7 Januari lalu, fokus utama saat ini adalah menjaga keberlanjutan swasembada pangan, salah satunya dengan meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari 1 menjadi 2 atau 2 menjadi 3 pada Luas Baku Sawah (LBS) seluas 28.845 ha guna mendongkrak kapasitas produksi salah satunya melalui program Optimasi Lahan (Oplah) dan CSR. Mengingat rilis BMKG mengenai fenomena El Nino di tahun ini yang mulai memicu kekeringan di beberapa daerah, beliau menghimbau para petani untuk segera melakukan antisipasi melalui perbaikan irigasi serta penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB) yang genjah dan toleran kekeringan, didukung penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) untuk mengatasi keterbatasan SDM dalam mengolah lahan secara optimal.
Suasana semakin semarak dengan adanya Pasar Tani yang memamerkan produk-produk unggulan hasil bumi Desa Kuala Dua. Kehadiran PPL, para tokoh tani, dan masyarakat dalam kegiatan ini diharapkan dapat terus memotivasi petani di Kubu Raya untuk mengadopsi teknologi modern demi pembangunan pertanian khususnya di Kalimantan Barat.