BRMP Kalbar Hadiri Pembukaan Pelatihan Budidaya Cabai Berbasis Teknologi Tepat Guna Angkatan II
Kubu Raya – Selasa (5/5), bertempat di Aula Kecamatan Rasau Jaya, telah dilaksanakan acara pembukaan Pelatihan Budidaya Cabai Berbasis Teknologi Tepat Guna Angkatan II. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Banjarmasin sebagai upaya meningkatkan kapasitas petani, khususnya di kawasan transmigrasi.
Acara pembukaan dihadiri oleh Kepala BRMP Kalimantan Barat, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya, Camat Rasau Jaya, Kepala Desa Rasau Jaya, serta Koordinator BPP Kecamatan Rasau Jaya. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan kuat terhadap pengembangan komoditas cabai di wilayah tersebut.
Pelatihan ini diikuti oleh 50 orang petani cabai yang berada di Kecamatan Rasau Jaya. Selama pelatihan, peserta akan mendapatkan materi lengkap mulai dari pemilihan varietas cabai sesuai kebutuhan, teknik pembuatan persemaian, persiapan lahan, penanaman, hingga pemeliharaan tanaman. Selain itu, peserta juga akan dibekali pengetahuan tentang proses panen dan penanganan pascapanen yang baik agar hasil produksi lebih optimal.
Materi pelatihan disampaikan oleh para penyuluh serta Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) yang telah berpengalaman di bidangnya. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama satu minggu, mulai dari tanggal 5 Mei hingga 11 Mei 2026.
Dalam sambutannya, Kepala BRMP Kalimantan Barat menyampaikan dukungan dari Kementerian Pertanian berupa bantuan CPCL untuk pengembangan kawasan cabai seluas 10 hektare di Kabupaten Kubu Raya. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi pendorong bagi petani dalam meningkatkan produksi dan kualitas cabai di daerah tersebut.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para petani tidak hanya mampu menerapkan teknologi tepat guna dalam budidaya cabai, tetapi juga dapat meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan mereka. Sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan petani menjadi kunci dalam mewujudkan pengembangan pertanian yang berkelanjutan di Kalimantan Barat.