BRMP Kalbar Gelar FGD Kolaborasi Publik-Swasta Dalam Pengembangan Kawasan Jeruk dan Padi
SINGKAWANG - Kolaborasi strategis antara sektor publik dan swasta dalam Program ICARE diselenggarakan BRMP Kalimantan Barat melalui kegiatan FGD Kolaborasi Publik-Swasta dalam Pengembangan Kawasan Jeruk dan Padi bertempat di Villa Bukit Mas Singkawang selama 2 (dua) hari pada 19-20 November 2025. FGD ini menjadi wadah krusial untuk merumuskan strategi bersama dan memperkuat kemitraan antara koperasi dan pengembangan jeruk-padi pada kawasan ICARE dengan berbagai stakeholder.
Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur ICARE (PMU), Perwakilan Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas, BAPPEDA Provinsi Sambas, BAPPEDA Kabupaten Sambas, Dinas TPH Prov. Kalbar, DKP Prov. Kalbar, Distan KP Sambas, Diskumindag Kabupaten Sambas, Dinas Pariwisata Kabupaten Sambas, Dinas PUPR Kabupaten Sambas, DPKPP Kota Singkawang, DKPP Kabupaten Bengkayang, BWS Kalimantan I, Balai Besar POM Pontianak, BKHIT Kalbar, Fakultas Pertanian UNTAN, POLTESA, POLNEP, Sekretaris Camat Tebas, Koordinator BPP Kecamatan Tebas, PPL 10 Desa Lokasi ICARE Kalbar, PT. Limpah Anugrah Indonesia (Jeruk 888), PT. Sang Hyang Seri (SHS), PT. Pupuk Indonesia, PT. FMC Indonesia, PT. Nufarm, PT. Green Planet Indonesia, PT. Sygenta, PT. Dahliah Duta Utama, BRI KC Singkawang, Bank Kalbar, Ketua Koperasi Binaan ICARE, Penanggung Jawab (PJ) Pendamping Swasembada Pangan di Kalbar, PJ Klinik Modernisasi Pertanian (KMP) di Kalbar, PJ Competitive Grant (CG) Kalbar, Site Manajer, dan Fasilitator Lapangan ICARE.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sambas (Drs. Sunaryo, M.Si.), dalam arahannya disampaikan bahwa melalui program ICARE, potensi keunikan jeruk di beberapa lokasi kedepannya dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata yang khas bagi Kabupaten Sambas, beliau juga berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan dan bersifat eksekutif dalam mendukung petani jeruk-padi melaksanakan usahatani.
Direktur ICARE (Dr. Ir. Bram Kusbiantoro, M.S.) menyampaikan bahwa FGD ini sangat penting, kolaborasi antara rekan-rekan dari swasta dan pemerintah akan memunculkan ide dan gagasan baru untuk membantu korporasi yang sudah ada saat ini. Selain itu, Kepala Balai (Anjar Suprapto, S.T.P., M.P.) dalam sambutannya menambahkan dengan hadirnya FGD ini dapat dihasilkan diskusi dan kolaborasi dalam peningkatan Jeruk dan Padi sehingga 2 komoditas tersebut bisa lebih eksis hingga ke luar negeri.
Pada hari pertama FGD, Ketua Tim Teknis ICARE Kalbar (M. Zuhran, SST., M.P.) memaparkan mengenai arah dan progress program ICARE Kalimantan Barat TA. 2023 – 2025, dilanjutkan penjelasan mengenai rencana bisnis dari 7 Korporasi Petani dalam lingkup ICARE oleh masing-masing Ketua Koperasi. Selanjutnya, penyampaian Rencana dan Progres kegiatan Klinik Modernisasi Pertanian (KMP), dan kegiatan Pendampingan Swasembada Pangan di Kalimantan Barat.
Dilanjutkan pemaparan rencana dan progres 14 judul kegiatan Competitive Grant yang telah dilakukan oleh Balai Besar Pengembangan dan Penerapan Modernisasi Pertanian, Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Hortikultura, Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian (2 judul kegiatan), Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (2 judul kegiatan), Balai Perakitan dan Pengujian Pertanian Lahan Rawa (2 judul kegiatan), Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Kalimantan Barat, Balai Perakitan dan Pengujian Agroklimat dan Hidrologi Pertanian, Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Hias, dan Yayasan Kopkun Institute.
Diskusi mendalam meliputi aspek-aspek kunci seperti adopsi teknologi modern, akses permodalan, pengembangan pasar, dan penerapan praktik pertanian berkelanjutan di kawasan jeruk dan padi ICARE. Kehadiran perwakilan dari sektor swasta sangat vital, sebab mereka membawa perspektif bisnis, inovasi, dan potensi investasi yang dapat mengakselerasi pengembangan komoditas unggulan ini, sehingga produk pertanian yang dihasilkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.