ICARE Kalbar Gelar Diseminasi 15.000 Benih Jeruk Terstandar Bersama Wakil Bupati Sambas
SAMBAS - BRMP Kalimantan Barat melalui Program ICARE telah melaksanakan percontohan yang memproduksi benih jeruk terstandar mendukung pengembangan kawasan jeruk di Kabupaten Sambas. Kamis (9/10), BRMP Kalbar menggelar acara "Penyerahan Bantuan Benih Jeruk Terstandar" bertempat di Citrus Center, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas.
Turut hadir Wakil Bupati Sambas, Wakil Koordinator Pelaksana Satgas Swasembada Pangan Kalbar, Direktur-PMU ICARE, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov Kalbar, Asisten II Sekda Sambas, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab Sambas, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Kab Sambas, Kepala Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (BRMP Jestro), Camat Tebas, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Tebas, Penyuluh Pertanian, Pengawas Benih Tanaman, Kepala Desa 10 Lokasi dan 7 Koperasi Binaan ICARE Kalbar, serta 60 orang petani dari total 316 calon penerima bantuan benih jeruk yang tergabung pada 32 Kelompok Tani di 6 Desa Kecamatan Tebas.
Sebanyak 15.000 pohon benih jeruk terstandar dan bersertifikat diserahkan langsung secara simbolis oleh Wakil Bupati Sambas kepada 6 (enam) orang petani penerima. Bantuan benih jeruk yang terdiri dari 12.800 Jeruk Siam Pontianak dan 2.200 Keprok Terigas ini adalah langkah strategis untuk mengendalikan penyakit CVPD yang dilaporkan telah menyerang 231,88 Ha kebun di Sambas (Tahun 2024), dan menjadi solusi untuk menyulam (mengganti) tanaman petani yang sakit dengan bibit unggul berkualitas. Pendistribusian benih jeruk ini ditargetkan seluruhnya tercapai hingga bulan November.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Sambas (H. Heroaldi Djuhardi Alwi, S.T., M.T.) menyampaikan bahwa pertanian adalah tulang punggung perekonomian Sambas. Beliau menegaskan bantuan benih ICARE merupakan awal dari sebuah perjuangan bersama dan investasi jangka panjang yang menuntut ketelatenan, kesabaran, dan pengelolaan yang baik bagi para petani penerima. Beliau juga berpesan agar Dinas Pertanian dan Penyuluh terus mendampingi petani secara berkelanjutan.
"Saya optimis bahwa dengan sinergi dan potensi besar yang dimiliki, Kabupaten Sambas dapat menjadi salah satu sentra produksi jeruk unggulan yang menembus pasar nasional dan ekspor, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadikan hortikultura jeruk sebagai kebanggaan daerah," tambahnya.
Melengkapi rangkaian acara dengan sempurna, dilakukan penyampaian materi oleh Adi Cahyono, S.P. dari BRMP Jestro terkait Pentingnya Penggunaan Benih Bermutu untuk Budidaya Jeruk Berkelanjutan. Peserta yang merupakan Petani Jeruk mengikuti materi dengan serius dan sesi diskusi berjalan secara aktif.
Melalui program ICARE Kalimantan Barat dengan komoditas utama Jeruk dan Padi, harapannya dapat mendorong sektor hortikultura jeruk dan ketahanan pangan padi di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat maupun secara nasional.