ICARE Kalimantan Barat Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Anggota Brigade Pangan
Sambas, (16 s.d. 17/10/25) – Guna mendorong penerapan teknologi pertanian modern untuk mencapai swasembada pangan yang hasilnya lebih terjamin di wilayah binaan ICARE, BRMP Kalimantan Barat menggelar pelatihan Peningkatan Kapasitas Brigade Pangan pada tanggal 16 s.d. 17 Oktober 2025 yang diikuti oleh anggota Brigade Pangan dari 9 desa di Kecamatan Tebas, 5 desa kecamatan Semparuk dan 3 Desa di Kecamatan Tekarang, Kabupaten Sambas.
Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas (Apriadi, SP) dan Camat Tebas (Dedy Zulkarnain, S.SOS). Dalam sambutannya, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, menyampaikan beberapa pesan penting agar pelatihan ini menjadi pemicu perubahan. "Anggota Brigade Pangan ini diisi oleh anak-anak milenial (generasi muda) yang lebih terbuka dengan teknologi. Kami berharap semangat dan cara bertani modern ini dapat menular ke kelompok tani lain yang masih menggunakan cara-cara lama," ujarnya.
Ia juga menekankan perlunya peningkatan hasil panen dengan beralih ke benih yang lebih baik. "Jangan lagi pakai benih lokal biasa. Kita harus pakai benih unggul (benih pilihan terbaik) dan padi super genjah (padi yang cepat panen), sehingga kita bisa melakukan penanaman maksimal tiga kali dalam setahun. Ini adalah target dari Kementerian Pertanian agar hasil panen kita melimpah dan tidak terputus," jelas Apriadi.
Sementara itu, Camat Tebas memberikan motivasi kepada seluruh peserta pelatihan untuk menyukseskan Brigade Pangan sebagai ujung tombak perubahan di tingkat desa. Beliau menyampaikan bahwa keberhasilan Brigade Pangan akan menjadi model bagi seluruh petani di Kecamatan Tebas untuk mewujudkan pertanian yang lebih maju, makmur, dan berdaya saing.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi-materi praktis. Materi pertama disampaikan oleh Ibnu Rosihan, S.Bio, terkait Manajemen Usaha Tani Padi dengan menekankan cara pengelolaan sawah tidak hanya sebagai tempat menanam, tetapi juga sebagai sebuah bisnis yang menguntungkan. Materi kedua disampaikan oleh Anita, S.Tr.P, mengenai Penanganan OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) dan DPI (Dampak Perubahan Iklim) pada Berbagai Stadia Pertanaman. Materi ini fokus pada cara mengatasi hama dan penyakit, serta cara menyesuaikan diri dengan cuaca yang tidak menentu (perubahan iklim), agar tanaman padi bisa tumbuh dengan sehat.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan anggota Brigade Pangan agar lebih kompeten dalam mengelola usaha tani padi secara modern, sehingga selaras dengan ujuan akhir Brigade Pangan, yakni mewujudkan swasembada pangan nasional dengan cara meningkatkan produksi pangan, mengelola usaha tani secara terstruktur menggunakan teknologi modern, dan mengembangkan ekosistem agribisnis yang modern dan menarik bagi generasi muda.