• Jl. Budi Utomo No. 45
  • (0561) 882069
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
      • Prosedur Evakuasi
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Rencana Strategis
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
14 dilihat       31 Maret 2026

PM-AAS Berhasil Tingkatkan Hasil Panen di Subang

SUBANG - Rangkaian panen raya di wilayah Kabupaten Subang terus bergulir, Selasa (31/3) panen berlangsung di lahan 300Ha yang berada di Kawasan BRMP Padi, Sukamandi, Subang. 

Yang istimewa, panen kali ini dilakukan pada lahan yang menerapkan sistem Pertanian Modern - Advanced Agriculture System (PM-AAS), sebuah konsep pertanian yang diinisiasi oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman, mengadaptasi sistem usaha tani padi modern Arkansas, Amerika Serikat. 

Mentan Amran menjelaskan bahwa modernisasi pertanian adalah sebuah keniscayaan. "Pengadopsian teknologi modern dalam setiap tahap produksi menjadi faktor kunci yang membuat sentra pertanian padi Arkansas mampu bersaing di pasar global, hal ini akan kita adopsikan di pertanian Indonesia," lanjutnya. 

Meski penanaman menggunakan metode PM-AAS baru dilaksanakan pada satu musim tanam, hasil yang diraih cukup menggembirakan. Hasil ubinan menunjukkan angka produktivitas lebih dari 8,5 ton/Ha. Hasil ini jauh di atas rata-rata hasil panen di wilayah tersebut yang berkisar antara 5-6 ton/Ha.

Sekretaris Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Husnain mengungkapkan bahwa hasil yang lebih tinggi masih berpeluang diraih apabila kondisi iklim kondusif.

"Di kawasan BRMP Padi beberapa waktu kemarin curah hujannya sangat tinggi yang disertai angin kencang, sehingga sebagian pertanaman kita menjadi rebah," tuturnya usai panen. 

Meski demikian, menurut Husnain, hasil yang diperoleh tetap menjadi indikator kuat bahwa penerapan sistem PM-AAS mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan hanya dilihat dari angka hasil panen, tetapi juga dari efisiensi penggunaan input produksi, ketepatan waktu tanam, serta penerapan teknologi yang lebih terukur di lapangan.

Lebih lanjut, Husnain menjelaskan bahwa ke depan BRMP akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap implementasi sistem PM-AAS, termasuk penguatan mitigasi terhadap risiko iklim ekstrem. 

“Kami akan memperkuat sistem pendukung, mulai dari penggunaan varietas unggul yang adaptif dengan sistem tanam benih langsung hingga optimalisasi alat dan mesin pertanian modern,” jelasnya.

Terpisah, Kepala BRMP Fadjry Djufry menekankan bahwa pihaknya akan mengembangkan metode ini di seluruh wilayah Indonesia. 

"BRMP memiliki Satuan Kerja di seluruh Indonesia, dan kami  akan menjadikan keberhasilan di Sukamandi ini sebagai pilot project untuk direplikasi di berbagai daerah dengan penyesuaian karakteristik wilayah masing-masing," ujarnya.

Ia menjelaskan, pengembangan PM-AAS tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas, tetapi juga pada transformasi sistem pertanian secara menyeluruh. Mulai dari penggunaan varietas unggul dan benih bermutu, mekanisasi pertanian, pemanfaatan smart farming, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia petani.

Menurut Fadjry, pendekatan ini akan dikawal melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, serta para petani sebagai pelaku utama di lapangan. 

Sejalan dengan arahan Mentan Amran, transformasi menuju pertanian modern bukan lagi pilihan, melainkan langkah strategis yang harus dipercepat.

“Kami ingin memastikan bahwa modernisasi pertanian ini tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi benar-benar terimplementasi dan memberikan dampak nyata,” tegasnya.

Dengan langkah tersebut, BRMP optimistis penerapan PM-AAS dapat mempercepat tercapainya swasembada pangan berkelanjutan, sekaligus menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama di sektor pertanian global.

Prev Next

- BSIP Kalimantan Barat


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Kalimantan Barat Dukung Gerakan Tanam Serentak di Lokasi CSR
    12 Mar 2026 - By BSIP Kalimantan Barat
  • Thumb
    Kawal Program Strategis Nasional: Koordinasi Awal Cetak Sawah Rakyat (CSR) Provinsi Kalimantan Barat
    11 Mar 2026 - By BSIP Kalimantan Barat
  • Thumb
    Rapat Koordinasi Teknis Swasembada Pangan Berkelanjutan Provinsi Kalimantan Barat
    03 Mar 2026 - By BSIP Kalimantan Barat
  • Thumb
    Capacity Building Penyuluh Pertanian dalam Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan
    02 Mar 2026 - By BSIP Kalimantan Barat

tags

BRMP KEMENTAN

Kontak

(0561) 882069
(0561) 883883
[email protected]

Jl. Budi Utomo No. 45 Siantan Hulu, Kec. Pontianak Utara, Kota Pontianak, Prov. Kalimantan Barat

Kode Pos: 78241

website: kalbar.brmp.pertanian.go.id

© 2025 - 2026 Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Kalimantan Barat. All Right Reserved