Sosialisasi Agen Hayati dan Monitoring Beberapa Lokasi Competitive Grant ICARE
Tim Monev BRMP Kalimantan Barat melakukan Identifikasi dan Persiapan untuk Optimalisasi Pelaksanaan PDO Monitoring dan Evaluasi Kegiatan ICARE dengan melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Demonstrasi Pengaplikasian Agen Hayati di Desa Pusaka, Kecamatan Tebas dan monitoring pada lokasi Competitive Grant yang dijalankan oleh Tim Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian dan Tim Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika di Kecamatan Tebas pada hari Kamis sampai dengan Jumat, 27-28 November 2025.
Kegiatan pertama yaitu sosialisasi dan demonstrasi yang berfokus kepada memperkenalkan dan mendemonstrasikan peran agen hayati dalam mendukung Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim di sektor pertanian. Acara dibuka oleh Abdullah Umar, S. TP., M. Sc, beliau menyarankan kepada petani untuk tergabung didalam koperasi terdekat seperti Koperasi Tebas Gemilang Jaya dan Koperasi Sungai Kelambu Sejahtera agar mendapat manfaat dari kegiatan koperasi seperti bantuan dan diseminasi. Kegiatan dihadiri oleh perwakilan petani, penyuluh lapangan, serta Site Manajer dan Fasilitator Lapangan ICARE. Inti dari kegiatan adalah demonstrasi pengaplikasian dua jenis agen hayati unggulan: Bt-plus yang ditujukan untuk mengendalikan hama ulat dan Metarizep yang difokuskan pada pengendalian hama penghisap seperti Wereng Batang Cokelat dan Walang Sangit. Kedua agen hayati ini penting sebagai solusi adaptif terhadap perubahan iklim karena sifatnya yang ramah lingkungan, tidak merusak musuh alami, dan mencegah ledakan hama yang sering terjadi akibat kondisi iklim ekstrem (mitigasi risiko gagal panen). Demonstrasi meliputi teknik pencampuran, dosis yang tepat, dan waktu aplikasi terbaik.
Tim Monev ICARE juga mengunjungi lokasi Competitive Grant Icare di Kecamatan Tebas. Yang pertama di desa Sungai Kelambu mengenai teknologi irigasi modern yang diakomodir oleh Tim Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Mekanisasi Pertanian. Mesin irigasi dan solar panel sudah berjalan dengan baik, dan akan ditindaklanjuti saluran irigasinya agar lebih sempurna. Lokasi kedua dan ketiga di Desa Sejiram yaitu mesin pompa air tenaga surya dan sistem perbenihan jeruk terstandar. Untuk mesin pompa air sudah bisa dikendalikan secara otomatis melalui aplikasi pada smartphone, namun masih perlu perbaikan pengaturan on/off pada aplikasi tersebut agar lebih baik. Yang ketiga mengenai sistem perbenihan jeruk terstandar, sistem perbenihan sudah berjalan dengan baik, pada peninjauan sebelumnya Tim Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika mengambil beberapa sampel pucuk yang akan dianalisa lebih lanjut mengenai penyakit CTV yang menyerang tanaman jeruk.
Hasil dari kegiatan ini akan menjadi dasar identifikasi kebutuhan pelatihan dan pendampingan lebih lanjut untuk menjamin keberhasilan implementasi program ICARE, khususnya dalam aspek pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan di Kabupaten Sambas.